Thursday, 18 June 2015

# Puisi

Puisi Terakhir tuk Bunga Mimpi





Ketika pagi datang tak tahu mengapa ada yang hilang disetiap pagi

Ketika siang menjelang merasa seperti selang yang tanpa pipa mengairi

Sesaat malam datang bersama kesendirian

Tersadar bunga itu sudah tak bisa lagi disampingku

Dunia yang berseberangan membuat tak bisa lagi ada dalam satu dimensi

Kadang bunga impian itu datang seketika dalam bentuk bayangan

Ia mengajak memeluk hujan

Memandangi langit dan ksatria bintang

Meraba angin yang berhembus menunggu sang surya kembali ke peraduan

Sayang, hujan terakhir saat itu tak muncul pelangi

Saat tak satu setan pun tahu bagaimana aku menjaga bunga mimpi itu

Pohon oak tumbang karena hujan badai

Karena penanamnya entah sudah mati rasa

Hanya tinggal menunggu keadilan menjemput sang penanam

Atau takdir Tuhan kelak yang melukisnya…



SC

1 comment:

Ila Rizky said...

Puisinya bagus. Penasaran sama pohon oak. Bentuknya kayak apa ya. :D