Thursday, 29 January 2015

# Artikel

Jilbab atau Puzzle?


Mba, Itu Jilbab atau Puzzle yah? Kok dibongkar pasang mulu

Pertanyaan itu rasanya ingin terlontar dari mulut ini. Namun, mau dikata apa, pertanyaan tersebut tak sanggup keluar. Karena di dalam hari kecil merasa, gue kan belum sepenuhnya jadi wanita yang sholehah. Jilbab bukan hanya sekedar kewajiban belaka, tapi buat gue Jilbab adalah bentuk kecintaan, dan komitmen terhadap Dzat yang telah menciptakan kita serta seluruh alam semesta ini. So, ketika kita saja tidak bisa berkomitmen dengan Tuhan bagaimana dengan komitmen lainnya. Komitmen dengan Tuhan saja dilanggar, setuju?


Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah utk dikenal, karena itu mereka tak di ganggu. & Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)



Naah, Dalam  QS. Al-Ahzab: 59 sudah jelas perintah untuk mengenakan Jilbab. Jilbab sebagai identitasmu sebagai seorang muslimah, jilbab sebagai pelindungmu. Dan tahukah kalian ketika kita mengenakan Jilbab, maka kita pun membantu pandangan laki-laki lho. Kebayang kan teduhnya memakai jilbab. Walaupun awalnya gue sendiri merasa ribet dan panas memakainya. Namun, seiring berjalannya waktu keteguhan hati merobohkan semua tembok.

Banyak sekali wanita-wanita yang dengan seenak udel mereka bongkar pasang jilbab. Dan hal itu terjadi, nyata disekeliling lingkungan gue. Lingkungan kampus, kostan, rasanya ga nyaman melihatnya. Setelah beberapa lama gue mengamatinya ternyata ada beberapa hal yang membuat mereka bongkar-pasang jilbab;:

1. Setengah Hati
Hal apapun ketika tidak dilakukan dengan tulus maka hasilnya akan setengah-setengah, nggak pol! Berjilbab misalnya. Ada yang memakai jilbab karena paksaan dari orangtuanya, ada yang memakainya karena paksaan, dan bahkan ada yang menyesal karena menggenakan Jilbab! Contohnya saja, ketika berada di lingkungan kampus seseorang mengenakan jilbab, namun ketika keluar kampus maka tanggallah sudah jilbab yang menutupi mahkotanya tersebut. Sayang sekali guys jika kalian menanggalkan jilbab, karena hidayah itu dicari bukan ditunggu. Ketika ada keinginan dalam hati kalian mengenakan jilbab, maka segeralah pakai jangan dilepas. Genggam erat hidayahmu jangan sampai lepas. Mulailah luruskan niat karena Allah, mulailah belajar untuk bersungguh-sungguh komitmen denganNya. Jangan komitmen dengan pacar aja yang diinget mulu guys *eeh :p

2. Takut dibilang ga Modis
Yaelah guys. hari gini masih mikirin cemoohan orang lain? Hidup kalian kok disetir sama omongan orang lain sih. Kalian tahu guys, bahwa orang-orang yang berusaha mengikuti jalan CahayaNya memang akan dihadapkan oleh kerikil-kerikil dan juga batu sandungan yang besar. Baru dikomentari orang lain aja sudah ga PD, sekarang pilih deh mau dibilang modis atau masuk surgaNya. Dewasa ini, banyak trend jilbab yang lebih bervariatif. Jilbab pun semakin banyak pilihan gayanya. Kalau kita flashback beberapa puluh tahun yang lalu, memakai Jilbab tidak semudah sekarang lho. Dahulu, para muslimah harus memperjuangkan hak beragama mereka untuk dapat mengenakan jilbab. Kita yang tinggal dapat enaknya saja kok ga mau yah :D

3. Pakai Jilbab menutupi kecantikan
Helloo, seneng yaah kalau kalian jadi pusat perhatian laki-laki. Dari ujung kaki hingga rambut diperhatikan? Apa ga risih? Yaah kalau gue sih risih banget :v Kecantikan seorang muslimah akan terpancar dari akhlak, budi pekerti mereka. Jika ada yang mengatakan bahwa memakai jilbab akan menutupi kecantikan mereka salah besar. Menurut gue, wanita cantik itu wanita yang mampu menjaga dirinya dari pandangan laki-laki. Karena wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia yang harus di jaga kemurniannya. Emas asli, bukan sepuhan. Bukan barang kaki lima yang siapa saja bisa menyentuhnya namun barang kelas atas yang hanya dapat dipegang oleh orang-orang pilihan. Sayangin kecantikanmu guys, cantikmu itu mahal yang ga boleh sembarang orang menikmatinya. Kecuali suamimu kelak, hehee


Gue pun sedang belajar untuk terus berada di jalanNya. Dan lagi-lagi setiap orang memiliki proses yang berbeda-beda. Semoga saja kalian yang masih doyan bongkar-pasang jilbab kayak Puzzle segera paham. Bahwa berkomitmen dengan Rabb-mu adalah komitmen terindah sepanjang masa. Jilbab gue pun belum sepenuhnya Syar'i, gue masih belajar, kita semua masih belajar. Yuuk gunakan pakaian Takwa semestinya. Jilbab Movement, mulai dari mengganti celana jeans yang sering kita pakai dengan rok. Kemudian, mulai mengenakan Jilbab yang menjulur sampai kedada. KEEP ISTIQOMAH WEAR YOUR HIJAB :)

@echisianturi
Manusia pembelajar
Untuk Rabbku dan kamu, aku akan terus belajar menjaga diri dan hati.

No comments: