Friday, 20 March 2015

# Artikel

Indonesia Darurat!

Ini LUAR BIASA…!!

Media besar di Indonesia saat ini tidak lebih dari sebuah alat bagi pemerintah untuk menutupi hal-hal besar yang mereka lakukan atau hal-hal yang dirasa akan menjatuhkan mereka. Hanya sebagai alat untuk menghembuskan isu-isu pengalih perhatian bagi masyarakat awam. Yang kemudian isu-isu itu hilang begitu saja tanpa ada kelanjutannya.

Bagaimana bisa media besar di negeri ini melewatkan begitu saja perjuangan teman-teman mahasiswa beberapa hari belakangan ini. Bahkan memberikan berita palsu bahwa aksi yang dilakukan oleh BEM se-JawaBarat minggu kemarin tidak ada hubungannya dengan pemerintah terpilih.

Ini LUAR BIASA…!!
Bahkan media-media social tidak seramai biasanya seperti ketika suatu isu di hembuskan oleh pemerintah terpilih yang kemudian di-amin-kan sebagian besar masyarakat negeri ini yang begitu kompak menyuarakan aspirasinya dengan berbagai macam hashtag. ‪#‎savekpk‬ ‪#‎savepolri‬ ‪#‎saveahok‬ bahkan beramai-ramai membully dengan menggunakan ‪#‎savehajilulung‬ dan tak sedikit orang-orang yang saya kenal dengan anti-bully-nya menggunakan hashtag yang sama. Dan luar biasanya hal-hal tersebut bisa menjadi trending topic DUNIA. Yang terakhir belakangan ini bahkan bertahan selama 2 hari sebagai trending topic DUNIA ‪#‎OneDirectionJancuk‬. (Be positive dyka, now the world knows what the meaning of Jancuk is).

Bisa kita lihat contoh kekuatan orang Indonesia dalam hal ini yang dalam “kesibukan” mereka masih sempat menyuarakan “pemikirannya” (Damn, you can rule the world through hash tag, man. I can’t say I am proud but Congratulation!!).

Tapi kemana kekuatan ini perginya ketika sebagian manusia muda negeri ini sudah mulai turun ke jalan untuk menegakan keadilan? Kemana kekuatan itu pergi ketika spanduk-spanduk menentang kebijakan pemerintah terpilih mulai bermunculan? Kemana kekuatan itu perginya ketika seorang nenek asyiani di adili untuk sesuatu hal yang absurd? Kenapa hash tag seperti ‪#‎IndonesiaDarurat‬, ‪#‎LampungMenggugat‬, ‪#‎SP1JKW‬-JK atau ‪#‎Aksi20Maret‬ menjadi trending topic nasional? Apa mungkin kita mendadak menjadi terlalu “sibuk” dengan “pemikiran” masing-masing? Atau mungkin masih menikmati dagelan-dagelan yang semakin mirip sinetron yang sedang di pertunjukan para penguasa negeri ini? Apapun itu silahkan dijawab sendiri dengan moralitas yang tersisa dalam diri anda.

Sepertinya zaman ini bukan lagi zaman “YOU are what you read” atau “YOU are what you eat” tapi zamannya “YOU what your media want you to be”.

Ini luar biasa…!!

Beberapa hari belakangan ini mahasiswa dari penjuru negeri mulai bergerak, Jawa Barat dengan SP-1 untuk sang Presiden, Lampung dengan Raport Merah untuk Jokowinya, Jawa Tengah dengan Indonesia Darurat, dan hari ini IPB pun telah melakukan aksi, dan mungkin masih banyak lagi namun belum terekspose atau mengekspose kan diri.

Saya menghormati usaha kalian untuk negeri ini, tulisan ini hanya sebuah hal kecil yang bisa saya lakukan untuk mendukung suara kalian agar didengarkan lebih banyak orang lagi. Saya yakin meskipun banyak yang tidak menyerukan dukungannya pada kalian, do’a mereka menyertai kalian. Perjuangkan moralitas dan idealisme yang masih kalian miliki, namun hindari tindakan anarkis. Suara kalian tidak akan terdengar dengan cara merusak pagar atau benda-benda lainnya. Ingat kalian berjuang untuk rakyat sesungguhnya. Bukan rakyat versi partai politik.

BERJUANG MAHASISWAKU, SAMPAIKAN SUARAMU.

Andyka Putra

No comments: