Wednesday, 12 August 2015

# Reportase

Serunya Milad FLP Metro ke-9 bareng Mba Rosita Sihombing dan FLP Lampung

Alhamdulillah segala puji bagi Alloh yang mempertemukan saya dengan salah satu penulis Indonesia yang sekarang sedang bermukim di Prancis, Mba Rosita Sihombing. Alloh memang sudah menyiapkan pertemuan yang begitu manis dan hangat ini. Ahad pagi, tanggal 8 Agustus saya pagi-pagi sudah bersiap-siap untuk menemani mba Sikrit menjadi pembicara di acara Milad FLP Metro yang ke-9. Meskipun kami sempat tergesa-gesa berangkat, karena mba Sikrit takut sekali jika terlambat sampai di tempat acara.


Kak Jarwo hari itu tidak bisa datang karena ada acara walimah temannya dan juga jadwal nge-MC. Alhasil, saya dan Tika yang menemani mba Sikrit selama perjalanan menuju Metro. Kak Ahmad, ak Agus Kindi dan juga mba Desti menyusul kemudian. Setelah menutup taman baca FLP Lampung yang memang rutin diadakan setiap hari minggu pagi. Kak Jarwo, kak Ahmad, mba Desti dan seluruh pengurus lainnyalah yang senantiasa mengorbankan waktu libur di minggu paginya. Untuk terus semangat menebar kebaikan dengan konsistensi yang Insya Alloh akan selalu terjaga.


Keluarga yang hangat dan seru. Itulah kesan pertama yang saya tangkap ketika bergabung dengan keluarga kecil itu. Mba Sikrit bersama dengan suaminya Mr.Patrick dan juga anak tunggalnya Ilhan (Saya lupa nama panjangnya, karena ribet dan panjang. Perpaduan bahasa arab dan prancis hehee). Saya dengan Tika salah satu pengurus FLP Bandarlampung sekaligus sahabat kental ini berbincang dengan seru bersama dengan mba Sikrit. Mulai dari pengalaman mba Sikrit tinggal di Prancis hingga membahas apa saja yang kami temui selama perjalanan.

           
       
Selfie bareng dulu kita bareng keluarga Prancis ini, Mr.Patrick, mba Rosita Sihombing dan Ilhan :D 
Ada beberapa kejadian lucu selama perjalanan, mulai dari miss communication antara Mr.Patrick dan penjual Koran dijalan. Meskipun bahasa Indonesia Mr.Patrick sudah lumayan lancar namun aksen Prancisnya memang masih terasa kental sekali. Ketika setengah perjalanan, mba Sikrit melihat penjual Koran pinggir jalan, mba Sikrit meminta Pet panggilan Mr.Patrick untuk berhenti sebentar dan membeli Koran.

“Pet, beli Koran yah”, ujar mba Sikrit. Mr.Patrick pun membuka jendela mobil dan mulai bernegosiasi dengan si penjual Koran. Entah sedikit bingung atau bagaimana, ternyata Mr.Patrick baru sadar bahwa dia kurang memberikan uang kepada si penjual Koran. Kami semua tertawa melihat ekspresi bingung wajah ‘bule’nya Mr.Patrick. tergompong-gompong dia keluar dari mobil dan mencari penjual Koran untuk memberikan kekurangan uang seribu rupiah. Mr.Patrick menjadi tontonan pengemudi yang memang sedang berhenti di lampu merah, mungkin heran melihat adegan bule yang lari-lari bawa uang seribu untuk penjual Koran hehee.



Taraaaa, ini dia lokasi milad FLP Metro yang ke-9 di Aula Pemkot Metro

Alhamdulillah, kami sampai di tempat acara tepat waktu. Para peserta telah menunggu pemateri datang dan memberikan mereka inspirasi baru tentu saja di bidang kepenulisan. Acara pertama adalah launching buku-buku karya dari FLP Metro, diantaranya buku 'Kaula Jodohku' karya mba Betty ketua dari FLP Metro kemudian antologi cerpen 'Kurir Kematian' karya dari para anggota FLP Metro. Saya jadi semakin terpacu, kapan FLP Bandarlampung juga launhcing buku? Semoga secepatnya yah. Aamiin.

Acara kemudian diteruskan dengan pemateri mba Rosita Sihombing. Naah, ini dia yang ditunggu-tunggu penulis asal Indonesia yang sudah 13 tahun bermukin di Prancis. Selama perjalanan saya sudah banyak disuguhkan cerita yang luar biasa membuat ardenalin berpacu. Ayoo kapan echi ke Prancis? tanya mba Sikrit, saya pun hanya bisa senyum simpul hehee.

Buku 'The Jilbab Traveler' karya Mba Asma Nadia, mba Rosita Sihombing dkk. Buku ini yang menjadi salah satu pelecut untuk terus memupuk impian ke luar negeri.

Dalam materinya mba Sikrit pertama-tama menjelaskan isi dari buku 'The Jilbab Traveler'. Sudah baca bukunya? Buku ini membuat saya sangat, dan semakin ingin untuk menjejakan kaki ke Eropa. Melihat kuasaNya yang begitu indah. Ada banyak cara untuk bisa mewujudkan mimpi keluar negeri, kuncinya jangan putus asa. Karena hanya orang-orang yang struggle yang dapat bertahan di luar negeri. 

Mba Sikrit pun memberikan ulasan mengenai bagaimana tulisan perjalanan agar bisa tembus ke Republika, "Saya kasih bocoran yah, kalau Republika itu senang dengan kisah perjalanan yang ada nilai history-nya", jelas mba Rosita Sihombing. Naah, tulisan mba Sikrit sudah beberapa kali dimuat di Republika, kita tahu sendiri jika menembus media massa satu ini susah. Jadi, ketika rekan-rekan ingin mengirimkan tulisan perjalanan ke Republika, tulislah sebuah kisah perjalanan yang ada nilai sejarahnya. Misalnya, mba Sikrit menulis mengenai makan terbagus di dunia, hal-hal yang tidak biasa.

FLP Lampung bersama keluarga kecil mba Rosita Sihombing

Usai rangkaian launching dan juga materi dari mba Sikrit. Tibalah waktunya pengumuman pemenang lomba menulis cerpen Milad FLP Metro ke-9. Nampak wajah para peserta lomba harap-harap cemas, hihii. Sayangnya ada pemenang yang tidak hadir ketika pengumuman pemenang. Tidak berhenti sampai disitu saja acaranya, ada juga lelang amal untuk membantu produksi film "Ketika Mas Gagah Pergi" karya salah satu pendiri FLP, mba Helvy Tiana Rosa.

Foto bersama seluruh peserta pelatihan (edisi akhwat)

Acara lelang dimulai dengan melelang buku "Ketika Mas Gagah Pergi", dan buku tersebut jatuh kepada mba Sikrit dengan penawaran tigaratus ribu rupiah. Lelang sepi karena rata-rata peserta memang dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang belum bekerja hehee. Kemudian dilanjutkan dengan pelelangan hiasan lemari es dan taraaa souvernir dari Paris ini pun jatuh ketangan ketua FLP Bandarlampung kami yang kece kak Ahmad Tarnudzy.

Eksis di depan Masjis Taqwa kota Metro bareng mba Desti, Tika yang yang ngambil gambar hihii

Masjid yang berada tepat didepan Aula Pemkot Metro dan taman kota itu memiliki nilai artistik yang tinggi. Arsitektur Timur Tengah dan Eropa membaur dengan manis menjadi satu. Kombinasi warna cokelat, putih dan juga hijau membuat dari kejauhan begitu cerah. Saya jatuh hati dengan masjid ini, dan pasti tidak lupa mengabadikan moment berharga ketika menyempatkan diri shalat di masjid kebanggaan warga kota Metro ini. Masjidnya bersih dengan fasilitas yang memadai, masjidnya pun luas sampai saya bingung dimana saya meletakkan sendal hehee.

 
Sebelum pulang foto dulu dengan standing banner hihii (Kak Ahmad Tarnudzy, Kak Agus Kindi, Saya, dan Thika Urba)


Sebelum pulang kembali ke Bandarlampung kami berpamitan dengan para panitia milad FLP Metro. Kebersamaan yang hangat dan manis itu semakin terasa, kami saling bersalaman erat satu sama lain. Saya pun pulang dengan mba Rosita Sihombing, kami makan bersama dan bercanda gurau. Rasanya tidak mau meninggalkan sedikit moment pun, entah kapan kami bisa bertemu lagi seperti ini. Bercerita dan bercanda dengan mba Rosita Sihombing, Mr.Patrick dan juga Ilhan. Bengong ketika keluarga kecil itu berbicara dengan bahasa Prancis yang saya dan tika tidak mengerti. Terimakasih semuanya untuk ukhuwah yang begitu kental terasa, semoga Alloh mempertemukan kita dalam suasana hangat selanjutnya. Salam.

@echisianturi
Terimakasih atas kehangatan persaudaraan ini teruntuk Mba Rosita Sihombing dan FLP'ers Lampung :))
Merci Bien for chocolate from Paris mba Sikrit :)

No comments: