Monday, 5 October 2015

# Reportase

Wenda Koiman, Penulis Berbakat Asal Lampung


Akkh beruntungnya gue!

Yaap, siapa yang menyangka kedatangan gue ke Mall Boemi Kedaton hari minggu kemarin mempertemukan gue dengan salah satu penulis skenario asal Lampung yang sudah melincah di kancah nasional, bang Wenda Koiman. Penulis kelahiran Lampung Tengah 18 Januari 1984 sudah malang melintang di dunia kepenulisan sejak tahun 2008. Dan sudah menelurkan karya berupa novel dan juga skenario film dan juga FTV.


Kesan pertama yang gue tangkap ketika bertemu dengan bang Wenda, pintar dan juga supel. Meskipun baru bertemu tetapi bang Wenda dengan senang hati menjawab pertanyaan gue (maklum naluri wartawannya keluar lagi, hehee). Bang Wenda secara gamblang menjelaskan point-point yang gue dan mba Tami tanyakan.

"Menulis skenario itu ga sama dengan menulis novel, tantangannya lebih besar. Karena skenario mau dijadikan sebuah film, kita bukan hanya menulis cerita yang baik namun juga harus dengan matang memperkirakan budget yang akan dipergunakan", gue pun manggut-manggut. Gue sendiri baru belajar skenario sekitar setahun belakangan ini, meskipun hanya belajar otodidak dari buku-buku cara menulis skenario. Rasanya bertemu dengan bang Wenda kemarin membuka gerbang  harapan yang baru, sungguh berkah memang, nikmat silaturahim.

"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan PH ketika memilih penulis skenario, seperti karya-karya apa saja yang sudah si penulis buat, apakah sudah pernah menulis skenario film komersil sebelumnya atau belum. Kalau pun sudah pernah menulis skenario film atau pun FTV,  dilihat lagi rating film atau FTV si penulis skenario tersebut:" ungkap bang Wenda.

Waah, benar-benar tidak semudah membalikkan telapak tangan yah, Butuh keuletan dan juga kedisiplinan pastinya untuk bisa menembus industri perfilman nasional. Lampung bangga memiliki putra seorang penulis skenario berbakat yang sudah menembus tingkat nasional.

Satu hal yang gue suka dan patut dijadikan sebagai contoh, bang Wenda tidak pelit ilmu. "Kalau kalian mau belajar skenario dan film, nanti kita atur saja jadwalnya. Kita belajar sama-sama nanti, santai saja cari tempat yang nyaman". Mendengar bang Wenda mengatakan hal tersebut, langsung saja mata gue berbinar-binar bahagia. Siapa yang tidak mau sharing langsung dengan penulis skenario nasional, apalagi dari Lampung sendiri.

Kapan skenario tembus PH nih?
*ngomong sama cicak didinding* :v

@echisianturi
Karena usaha tak ada yang sia-sia

2 comments:

Nol kecil said...

Waah kereen.....
semoga mbak echi suatu saat menjadi penulis skenario juga

Echi Sianturi said...

Aamiin Ya Rabb :)
Terimakasih mba, doa yang sama semoga menyertaimu juga.