Friday, 27 November 2015

# Lain-lain

Antologi Puisi "Percakapan tentang Perasaan"


Menunggu Waktu

bukankah yang harus
kutunggu itu waktu
bukan kabarmu
bukan pula tentangmu

Ahmad Fauzan
Mei 2015

Menunggu waktu merupakan salah satu puisi yang terselip dalam buku kumpulan puisi yang ditulis oleh Ahmad Fauzan. Sebut saja Ojan, sapaan akrabnya. Penulis muda yang berasal dari Lampung tersebut merangkai kata demi kata, menjadi padanan kata yang lugas dan jujur.

Membaca puisi kak Ojan seperti menyelami diri sendiri, merasakan hal sama seperti apa yang dia tuangkan dalam puisinya. Meskipun, ada beberapa puisi yang membuat harus membacanya berulang kali. Membaca lagi, dan lagi untuk memaknainya. Karena puisi memang sesuatu yang mungkin memiliki makna ganda. Makna yang tak kongkret karena hanya penulislah yang tahu makna sesungguhnya.

Aku hanya ingin kita duduk berdampingan membicarakan kehampaan

Salah satu bait dari puisi "Duduk Berdampingan", puisi yang melankonis namun tetap romantis. Saya menyukai puisi tersebut sampai saya pun terinspirasi menulis puisi dengan tema yang hampir sama, dengan tidak melepaskan kata "Berdampingan". Kumpulan puisi "Percakapan tentang Perasaan" sebuah hadiah manis untuk para penyair di Lampung. Warna baru puisi dari seorang penyair muda namun bercita rasa W.S Rendra. Semoga.
@echisianturi
At Dr.Coffe
Terus menulis kak Ojan.

No comments: