Friday, 11 December 2015

# Komunitas

Malam Puisi Bandar Lampung "Fatwa Keresahan"

Kembali 'ibadah puisi' bersama dengan malam puisi Bandar Lampung. Malam yang akan lebih syahdu dari sebelumnya. Ketika resah membuncah keluar, mengeluarkan seluruh isinya. Malam ini "Fatwa Keresahan" begitu banyak mengalun dari bibir-bibir penyair muda Bandar Lampung. Yah, tentang keresahan ditengah gemiris hujan yang mampir sekenanya.

Aku memiliki banyak keresahan, semua pun begitu kukira. Namun, tak banyak yang ingin kuumbar. Aku hanya ingin mencoba saluran resah kerinduan pada sosok Soe Hok Gie. Puisi "Sebuah Tanya" dari salah satu pemuda kebanggaan Indonesia ini sangat layak diberikan apresiasi. Puisi kesukaanku, ditemani dengan iringan musik dari Ratna. Dan selamat menikmati keresahan malam ini.

Resah tak harus selalu tentangmu, bukan? 

@echisianturi
At Kedai Union
11 Desember 2015

SEBUAH TANYA
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 1 April 1969

No comments: