Monday, 11 January 2016

# Komunitas

Malam Puisi Bandarlampung "HuJanuari"


Awal Januari rasanya sedikit sendu, bersama gerimis yang mengundang rindu untuk mampir sejenak. Meski hanya sekadar mengenang sisa-sisa masa lalu. Ibadah puisi rutin bulan Januari ini kebetulan gue yang bertugas untuk men-handle acara yang keren ini. Tema "HuJanuari" dipilih sesuai kesepakatan bersama. HuJanuari rasanya mewakili berbagai perasaan yang berbaur bersama kenangan hujan dan bulan Januari. 
Gue bersyukur sekali masih banyak teman-teman yang antusias untuk ikut datang, dengar, dan membacakan puisi mereka. Ibadah puisi kali ini memilih Pasar Seni Enggal, karena sebelumnya kami melakukan ibadah puisi di Caffe yang notabene-nya bising. Jadi, kami memilih Pasar Seni Enggal sekaligus untuk sedikit menghidupkan nuansa seni dan sastra yang 'mati suri' ditempat tersebut.


Dekorasi lilin membuat suasana ibadah puisi semakin khusyuk. Sebagian teman-teman membacakan puisi karya penyair kenamaan seperti Sapardi Joko Darmono, serta lainnya ada yang membacakan puisi mereka sendiri dan ada yang berbahasa inggris lho! 

Teman-teman dari komunitas malam puisi Bandarlampung berharap kegiatan rutin yang juga diisi dengan diskusi ini dapat berjalan secara konsisten. Demi memperkenalkan puisi di masyarakat khususnya anak muda, nilai-nilai kesusastraan yang semakin tergerus oleh budaya bangsa asing. Puisi melatih kepekaan, berpuisi menjadikan dirimu menjadi lebih peka. Tak percaya? Coba saja berpuisi, kami selalu bersedia membukakan pintu untuk berpuisi bersama :) 

Salam manis,
salam sastra.

Berharap bisa menuliskan catatan tentang hujan di bulan Januari; perihal aku, kamu, dan kehilangan tanpa salam perpisahan.

@echisianturi
Bandar Lampung, awal Januari 2015

No comments: