Monday, 6 June 2016

# Celotehan

Kasta Internet

Ilustrasi gambar: Titan Shingeki no Kyojin =D

Di suatu planet yang dikenal sebagai planet internet, hiduplah beberapa koloni internet. Diantara koloni di planet tersebut adalah koloni Edge dan koloni H+. Kedua koloni itu merupakan musuh bebuyutan sejak dahulu, hingga beberapa waktu pun pertengkaran antar kedua koloni planet internet itu terus berlangsung. Pertengkaran pun semakin sengit dan memuncak pada malam sebelum komet Halley melintasi planet mereka.

Pertengkaran yang terjadi turun-temurun itu disebabkan oleh ketidakpuasaan dari koloni H+ atas kinerja kaum Edge dalam menyampaikan informasi. "Seorang Edge tidak akan bisa menjangkau H+, kecuali Edge menaikkan kelasnya menjadi H+", seru ketua koloni H+ kepada koloni Edge yang nampak mulai geram dengan pernyataan si tetua H+

Seorang koloni yang nampaknya pemimpin dari koloni Edge pun maju kedepan menghadapi kerumunan H+ yang menunggu jawaban atas pernyataan tetua H+. "Wah, kenapa kalian memainkan kasta disini. Bagaimanapun sebelum ada H+, kami para koloni Edge yang terlebih dahulu ada", teriak ketua koloni Edge penuh dengan kegusaran.

"Koloni H+ beranggapan Edge adalah kasta yang tertinggal. Suatu kisah H+ menurunkan kastanya agar sama-sama menjadi Edge berdua. Namun, itu bukanlah solusi", ujar pihak koloni H+.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Koloni Edge akan melakukan kudeta! Sebuah perlawanan untuk solusi yang nyata", sahut para koloni Edge bersamaan. Koloni Edge pun semakin geram, karena merasa disudutkan posisinya oleh para H+.

Tidak lama kemudian, koloni H+ pun menunjukkan sebuah gambar yang membuat semua mata tertuju pada gambar tersebut. "Coba perhatikan gambar ini. Ini sumber permasalahannya, kalian lihat kan font merahnya. Ini jadinya jika kalian, para Edge memaksakan diri", kata tetua H+ dengan yakin.


Koloni Edge pun segera menyambar dengan lantang, "Kami kaum Edge adalah koloni yang setia pada suatu zaman. Bukan hal yang tidak mungkin jika H+ dan Edge hidup damai berdampingan".

"Hey Edge, lihatlah font merah itu. Kita harusnya sadar ketika font merah selalu muncul. Ini semua salah kalian para kaum Edge yang terlalu lelet hingga informasi pun telat tersampaikannya. Kami tidak tahan lebih baik kami pergi", kemudian gerombolan H+ pun perlahan pergi meninggalkan Edge.

"Hey H+ yang tidak sabaran. Apa tidak bisa kalian menunggu sebentar? Baiklah, pergi saja jika itu hal yang koloni H+ inginkan. Edge juga sudah menyiapkan roket untuk segera pindah ke planet Jeto", ungkap koloni Edge dengan penuh percaya diri.

Koloni Edge pun berduyun-duyun memasuki roket yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Mereka akan segera menuju planet Jeto dan meninggalkan planet internet yang selama ini mereka tinggalin. Koloni Edge berharap dapat hidup tenang disana tanpa adanya para H+ yang selalu mengolok-olok kaum Edge karena kelemotan mereka menyampaikan informasi.

Namun, nasib berkata lain. Sesampainya di planet Jeto, semua sungguh diluar ekspetasi mereka. Di Planet Jeto ternyata tinggal para koloni dari kalangan 4G yang kasta internetnya jauh dibandingkan para minoritas Edge.

"Lalu, kaum Edge harus kemana lagi?", tanya tetua Edge kepada dirinya sendiri. Para pengikutnya pun terdiam seribu bahasa menatap koloni 4G dengan gigi yang gemeretuk ketakutan.


@echisianturi
Cerita absurd ini terjadi ketika mau mengirimkan lagu cello cover buat fif yang ga nyampe-nyampe karena koneksi internet yang Edge. Gyabooooo ><

2 comments:

lia said...

Ya ampuun.. echii.. hehe.. aku termasuk kaum edge nih, pindah kmn nih ya..

Echi Sianturi said...

Iya nih mba, bingung para kaum Edge ga ada tempat berteduh hahaa :D