Thursday, 3 August 2017

# Kesehatan # Reportase

Eliminasi Hepatitis; Selamatkan Generasi Penerus Bangsa


Tapis Blogger bersama dengan Tim dari Kemenkes RI

Pagi diminggu yang cerah (31/07), nampak ada hal yang berbeda di Hotel Asoka. Satu demi satu wajah nan cerah penuh semangat berdatangan dan mulai memadati salah satu ruangan di Hotel Asoka. Mereka adalah para blogger dari Komunitas Tapis Blogger yang akan mengikuti acara Temu Blogger. Sebanyak 30 blogger dari berbagai latar belakang siap untuk ngilmu seputar Hepatitis pagi itu. Acara kece dan bermanfaat tersebut  diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI. Tema kali ini mengangkat tentang "Eliminasi Hepatitis, Menuju Keluarga Sehat", acara ini merupakan rangkaian dari peringatan hari Hepatitis sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli kemarin. World Hepatitis Day!

Berbicara tentang Hari Hepatitis Sedunia, apakah teman-teman sudah mengetahui sejarah dibaliknya? Tanggal 28 Juli ditetapkan sebagai Hari Hepatitis Sedunia karena bertepatan dengan tanggal lahir penemu virus Hepatitis B yaitu Baruch Samuel Blooberg. Tujuan peringatan Hari Hepatitis Sedunia untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan pengetahuan masyarakat tentang Penanggulangan Virus Hepatitis di Indonesia. Kemudian, pada resolusi WHA ke 63th tahun 2010 yang diprakarsai oleh Indonesia, semua negara melalukan penanggulangan Hepatitis komprehensif meliputi pencegahandan pengobatan.

Lokasi temu blogger di Hotel Asoka

Nah, Begitu sejarah singkat mengenai Hari Hepatitis Sedunia. Penasaran apa saja yang dibahas pada pertemuan kali ini? Pertemuan kali ini tentu saja membahas tentang penyakit Hepatitis, mulai dari gejalanya, cara penularan hingga pencegahannya. Ilmu yang luar biasa bermanfaat apalagi bagi para blogger yang rata-rata masih awam dengan penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Informasi lebih lengkap mengenai Hepatitis dapat teman-teman baca dengan mengunjungi link dibawah ini:


Selain materi mengenai bahaya Hepatitis yang disampaikan oleh para pakar dibidangnya seperti dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, namun sayang sekali beliau berhalangan hadir, kemudian digantikan oleh pembicara lain. Tujuan dari temu blogger kali ini bukan hanya sekedar sosialisasi tapi kami mempunyai target yang mampu membuat jari kami keriting, yaitu menjadi Trending Topic di sosial media twitter. Selama acara berlangsung alhasil kami pun harus multitasking, telinga kami bekerja untuk mendengar dan memahami materi yang disampaikan, disisi lain jari-jemari kami pun ikut berdansa di atas keyboard handphone masing-masing. Taraaaaa! jeri payah para blogger pun tidak sia-sia #EliminasiHepatitis pun menjadi Trending Topic nomor dua pada pagi itu.

Kenapa harus menjadi Trending Topic? Tidak dapat dipungkiri sosial media sudah menjadi salah satu gaya hidup yang tidak mampu dipisahkan dari masyarakat. Informasi pun dapat bertukar dengan cepat, ketika topic #EliminasiHepatitis muncul menjadi Trending Topic di twitter, para penggunanya pun akan tertarik dan mulai mencari tahu apa itu sebenarnya hepatitis. Sosialisasi yang sangat efektif dan cepat menyebar, semakin banyak masyarakat yang mengetahui informasi mengenai penyakit Hepatitis, maka harapannya akan memperkecil persentase pengidap Hepatitis. Minimal kita dapat melakukan pencegahan dengan vaksinasi dan pola hidup sehat.

Materi pun dimulai!

Ada beberapa kerugian negara yang disebabkan oleh Hepatitis ini lho, tidak tanggung-tanggung kerugian ini mampu membuat kita tercengang. Setiap tahun terdapat 5,3 juta ibu hamil, HBsAg reaktif pada ibum hamil rata-rata 2,7% maka setiap tahun diperkirakan terdapat 150.000 bayi yang 95% berpotensi mengalami Hepatitis kronis (sirosis atau kanker hati) 30 tahun kedepan jika diabaikan. Bayangkan 95%! Angka yang fantasis dan tentu saja membuat kita khawatir bukan? Berapa biaya yang harus dikeluarkan jika 1 kasus sirosis membutuhkan biaya 1M dan pengobatan kanker hati sekitar 5M dengan angka kesembuhan yang minim. Hayoo berapa kira-kira? Ini bukan hoax atau sekedar menakut-nakuti, hal tersebut fakta yang diperoleh langsung oleh Kementerian Kesehatan RI. Masih mau mengabaikan resiko penyakit satu ini?

Para blogger sibuk mendengarkan materi sembari nge-tweet :D

Tentu saja Kementerian Kesehatan RI tidak berpangku tangan, Kemenkes RI berupaya semaksimal mungkin untuk melawan penyakit Hepatitis di Indonesia. Jika penyakit Hepatitis ini tidak dilawan, maka akan menjadi momok yang sangat berbahaya bagi generasi penerus bangsa. Berikut adalah capaian pengendalian Hepatitis di Indonesia:
1. Sosialisasi faktor risiko penyakit Hepatitis di 34 propinsi
2. Melakukan Imunisasi rutin Hepatitis B pada bayi di 34 propinsi dengan capaian diatas 94%
3. Deteksi dini Hepatitis B sudah dapat dilakukan pada 34 propinsi dan 88 kab/kota
4. Sejak tahun 2016-2017 sudah dilakukan deteksi dini Hepatitis B pada ibu hamil sebanyak 204.629 dan berhasil memproteksi 2.553 bayi terhadap ancaman penularan vertikal dari ibunya
5. Memulai pengobatan Hepatitis C dengan obat Direct Acting Antiviral (DAA) pada 6 propinsi yang diduga jumlah  penderita Hepatitis C terbanyak.
 
Makan siang dulu yuk :)

Bagaimana? Pencapaian yang patut kita berikan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI. Hal tersebut dapat menjadi indikator jika Kemenkes memang benar-benar berupaya untuk mencegah meluasnya virus Hepatitis dimasyarakat. Harapannya para Blogger yang diundang dapat menjadi penyambung lidah bagi masyarakat yang masih belum mengetahui informasi mengenai penyakit ini. Mulai sayangi diri kita sendiri, dengan menjaga pola makan yang teratur, hidup dengan memperhatikan kebersihan itu sangat wajib hukumnya agar tidak menyesal dikemudian hari. Jangan sungkan-sungkan untuk melakukan pemeriksaan rutin di Rumah Sakit terdekat, dan bertanya dengan dokter jika ada hal yang mengganjal. Kesehatan itu mahal harganya, siapa yang rugi jika kesehatan kita terganggung? Tentu saja diri kita sendiri dan orang-orang disekitar kita. :)

Yuk, hidup sehat!
 
@echisianturi
Tapis Blogger

3 comments:

Anonymous said...

Info sangat bermanfaat, ayo eliminaai hepatitis

Echi Sianturi said...

Ayo eliminasi hepatitis sebelum terlambat :)

Anonymous said...

ngeri yah hepatitis :(